| 0 comments ]

Karena alasan teknis, yakni pencetakan soal yang belum rampung hingga masa ujian tiba, maka pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/ MA/ SMALB/ SMK/ PAKET C di wilayah Sulawesi Barat yang seharusnya mulai digelar serentak di seluruh Indonesia Senin (15/4/2013)batal dilaksanakan.

Pembatalan UN di Sulawesi Barat disampaikan secara resmi oleh Kabalitbang Kemendikbud kepada jajarah pemerintah propinsi dan kabupaten di Sulawesi Barat hari Minggu (14/4/2013).

Menyusul pembatalan yang disampaikan mendadak saat libur akhir pekan ini, dinas pendidikan segera menggelar konferensi pers untuk menjelaskan alasannya. Pihak sekolah juga kesulitan menyampaikan pembatalan ini kepada para siswa yang tidak berada di sekolah.

Kabalitbang Kemendikbud menyatakan ujian nasional hari pertama dan kedua yang rencananya akan digelar Senin dan Selasa (15/4 dan 16/4) ditunda pelaksanaannya pada Jumat (19/4) dan Senin (22/4). Sedangkan materi pelajaran ujian untuk hari Rabu dan Kamis (17/4 dan 18/4) akan tetap digelar sesuai jadwal.

Kabag Humas Pemda Polewali Mandar, Muh Daniel yang dikonfirmasi Kompas.com mengenai pembatalan tersebut, mengiyakan bahwa jadwal ujian nasional terpaksa ditunda karena soal belum siap.

http://regional.kompas.com/read/2013/04/15/08492466/Siswa.Baru.Tahu.UN.Ditunda.Setiba.di.Sekolah
Ribuan siswa setingkat SMA di Sulawesi Barat menyatakan kecewa karena tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) serentak dengan siswa lain di seluruh Indonesia mulai Senin (15/4/2013).

Yang membuat mereka makin kecewa adalah tidak ada pemberitahuan bahwa UN ditunda hingga Jumat (19/4/2013), seperti yang dialami para pelajar SMA di Polewali Mandar. Mereka datang pagi-pagi sekali ke sekolah agar tidak terlambat mengikuti ujian.

Sesampai di sekolah, barulah mereka tahu bahwa pelaksanaan UN ditunda. Menurut mereka, pada Sabtu (12/4/2013) tidak ada tanda-tanda penundaan. Bahkan waktu itu, sebelum mereka pulang, guru-guru berpesan agar mereka mempersiapkan diri untuk ujian hari Senin.

"Tentu kecewa, karena sudah lama mempersiapkan diri, tiba-tiba ditunda. Saya berharap pemerintah bisa mempersiapkan ujian dengan sempurna agar tidak mengecewakan," kata Frans, siswa SMA Negeri 3 Polewali Mandar, Senin pagi.

Muhaimin, siswa lainnya, tidak kalah kecewa dengan penundaan itu. Menurut dia, makin lama ditunda, makin lama mereka menanggung beban psikologis dalam menghadapi UN.

"Ya, kecewalah. Masa sudah lama mempersiapkan diri dan jadi beban pikiran, tiba-tiba ditunda. Harusnya ujian dipersiapkan pemerintah secara cermat agar tak mengecewakan banyak pihak," ujar Muhaimin.

Pelajar SMA itu juga meragukan keamanan soal ujian lantaran ada perbedaan waktu pelaksanaan ujian dengan daerah lainnya. Menurut dia, sulit menjamin bahwa tidak ada kebocoran soal.

Di Polewali Mandar sendiri, UN untuk tingkat SMA diikuti 5.112 peserta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Polewali Mandar Arifuddin Toppo menyatakan permintaan maaf kepada semua pihak atas penundaan pelaksanaan UN di wilayah tersebut.

Arifuddin mengatakan, penundaan itu bukan disebabkan ketidaksiapan pemerintah daerah, melainkan lebih karena kendala teknik di percetakan sehingga soal ujian dan lembar jawaban belum bisa didistribusikan ke sejumlah daerah.

Sebagai info, pelaksanaan UN di 11 provinsi ditunda dengan alasan lembar soal dan jawaban belum sampai ke daerah-daerah tersebut. Ke-11 provinsi tersebut adalah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

Sumber: Kompas


Read More...

| 0 comments ]

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Gorontalo, Arfan Arsyad, memastikan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA dan sederajat di Gorontalo kembali tertunda.

"Informasi terakhir dari sekretaris menteri (kemendikbud), UN kembali mengalami pergeseran jadwal," kata Arfan saat ditemui Tribun Gorontalo (Tribunnews.com Network) di kantornya, Senin (15/4/2013).

"Semula UN dijadwalkan dimulai Rabu (17/4/2013), namun harus bergeser ke hari Kamis (18/4/2013)," sambung Arfan.

Arfan memaparkan, mata pelajaran untuk hari Kamis tidak ada perubahan, sementara mata pelajaran yang diujikan Rabu, dipindahkan ke Jumat. Kemudian, mata pelajaran yang mestinya diujikan Senin dan Selasa pekan ini digeser menjadi Senin dan Selasa pekan depan.

"Jadi UN akan berlangsung dari tanggal 18 sampai 23 April," kata Arfan.

Pergeseran jadwal yang terjadi berulangkali ini, menurut Arfan, terjadi lantaran jadwal pengiriman naskah ujian yang juga tertunda beberapa kali. Pihak Dikpora Gorontalo sendiri mendapat kabar naskah akan tiba sejak malam, namun hingga siang kemarin, naskah tersebut belum juga tiba di Gorontalo.

Berikut jumlah jenjang SLTA di Provinsi Gorontalo yang ditunda untuk pelaksanaan Ujian Nasional:

1. SMA berjumlah 6.248 siswa
2. MA berjumlah 1.279 siswa
3. SMK berjumlah 4.838
4. Paket C berjumlah 1.076
3. SMA Luar Biasa berjumlah 1.076

Sumber: Tribun News


Read More...

| 0 comments ]

Sejumlah siswa sekolah menengah atas (SMA) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (15/4) hari ini, kecewa karena ujian nasional (UN) harus ditunda. Sementara itu, di Bima, Nusa Tenggara Barat, para siswa terpaksa pulang ke rumah setelah mendapat informasi penundaan ujian nasional oleh kepala sekolah.

Sejumlah siswa SMA di Nusa Tenggara Timur, kecewa karena UN ditunda. Seperti siswa SMA Negeri 1 di Kupang, NTT, yang datang sebentar ke sekolah dan lalu diperintahkan pulang. Mereka mengaku kecewa atas penundaan Ujian Nasional (UN).

Soal UN bagi siswa SMA dan sederajat memang belum tiba di Kupang. Soal UN tersebut masih dalam proses distribusi. Akibatnya jadwal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dijadwalkan hari ini ditunda hingga 19 April 2013.

Sementara itu, ratusan siswa SMA Negeri 2 Bima, Nusa Tenggara Barat, harus dikumpulkan di aula sekolah untuk diberikan pengumuman jadwal UN mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diundur.

Meski sebelumnya sejumlah siswa sudah mengetahui adanya kabar penundaan UN, namun mereka tetap datang ke sekolah untuk memastikan kabar tersebut.


Sumber: Metro TV News



Read More...

| 0 comments ]

Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuka tempat konsultasi pemantapan bagi siswa untuk memanfaatkan jeda waktu tiga hari akibat molornya pelaksanaan ujian nasional (UN).

"Kami persilahkan siapapun yang datang untuk konsultasi," kata Kepala SMA 1 Mataram Lalu Fatwir Uzali seusai menerima kunjungan Ketua DPRD Kota Mataram HM Zaini, Senin (15/4).

Menurutnya, penundaan pelaksanaan UN di NTB dan 10 provinsi lainnya mengejutkan siswa peserta UN. Namun pihaknya mencoba memanfaatkan penundaan UN dengan upaya pemantapan kesiapan mereja dalam menghadapi ujian yang baru akan dilakukan pada Kamis (18/4)

Pemantapan tersebut adalah dengan melakukan pendalaman terhadap contoh soal UN tahun lalu dan tray out.

"Saya kira kita harus bisa menarik hikmah dari tertundanya pelaksanaan UN untuk kebaikan bersama," kata Ketua DPRD Kota Mataram HM Zaini.

Sementara itu, Ketua Komite SMU 1 Mataram Mansur Ma’shum mengatakan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan pelaksanaan UN yang tertunda. "Apapun kegiatannya, termasuk masalah finansial, akan didukung oleh komite sekolah," tegasnya. Semoga siswa di NTB tetap semangat, walaupun UN 2013 disana ditunda. Namun pastinya tetap akan digelar walau terlambat.

Sumber: Metro TV News


Read More...

| 0 comments ]

Sebagaimana kami sampaikan bahwa Ujian Nasional SMA 2013 untuk 11 provinsi akan ditunda selama dua hari karena sampai saat ini soal belum dikirim oleh percetakan PT Ghalia Indonesia Printing.

Bali yang termasuk dalam 11 provinsi tersebut juga akan menyelenggarakan UN pada hari Rabu tanggal 17 April. "Kita sudah menerima surat edaran dari Kabalitbang (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan), isinya untuk mata pelajaran yang seharusnya Senin akan dilaksanakan Jumat, Rabu tetap sesuai jadwal," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Bali AA Ngurah Gede Sujaya saat ditemui di Kantornya, Minggu (14/4/2013).

Saat Disdikpora Bali menanyakan alasan penundaan ini kepada pihak percetakan,jawaban mereka adalah karena pengepakan soal belum selesai. Kadisdikpora Bali sudah menyosialisasikan penundaan ini kepada Kadisdikpora Kabupaten/Kota se-Bali untuk selanjutnya diinformasikan ke sekolah-sekolah.

"Untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah hari ini meminta Kadisdik kabupaten Kota untuk memberi arahan," kata Sujaya.

Penundaan untuk UN hari Senin dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia akan dilaksanakan Jumat (19/4/2013). Untuk hari Selasa mata pelajaran Fisika (IPA), Ekonomi (IPS), dan Bahasa Asing (Bahasa) akan dilakukan Senin (22/4/2013). Sementara untuk UN hari Rabu tetap sesuai jadwal.

Jumlah peserta UN SMA di Bali tercatat sebanyak 26.363 siswa, SMK 22.111 siswa, dan paket C 2.511.

Sumber: Kompas


Read More...